Stay Connected
Find Us on Social Media, and Get in
Touch with MAI

Find Us

PT. Mahakarya Adi Indonesia
Plaza Galeon, 8th Floor Jl. M.H. Thamrin Kav. 8 - 9, Jakarta Pusat 10230 - Indonesia
Show on Google Maps

Contact

+6221 3000 7881
info@mai.co.id
marketing@mai.co.id

Dunia digital bisa mencakup banyak hal, salah satunya adalah digital advertising atau iklan digital, yakni suatu iklan berbasis online yang ditayangkan dan disalurkan melalui berbagai kanal, seperti di mesin pencarian (SERP), situs website, aplikasi seluler, ragam media sosial dan media digital lainnya.

Secara umum, ada banyak jenis digital advertising yang dijalankan oleh pengiklan selama ini di dunia digital marketing. Salah satunya yaitu programmatic advertising atau lebih sering disebut sebagai programmatic ads. Nah, dalam bahasan kali ini MAI akan membahas tentang programmatic ads. Simak baik-baik, ya!

Kenalan dengan Programmatic Ads

Programmatic ads merupakan salah satu metode beriklan yang menggunakan kolom yang telah disediakan oleh organisasi atau pemilik website yang telah disetujui oleh pengelola aplikasi periklanan atau biasa disebut sebagai publisher. Website yang telah mengantongi persetujuan dari pihak pengelola aplikasi inilah yang nantinya bisa dipasang programmatic ads. Beberapa contoh platform yang memungkinkanmu untuk bisa menikmati layanan programmatic ads adalah berbagai platform media online, seperti YouTube, Google, dan lain sebagainya.

Programmatic ads bekerja dengan memanfaatkan kecanggihan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) agar bisa menembak market yang lebih spesifik dan tertarget serta bisa bekerja secara real time. Cara ini memungkinkan programmatic ads memiliki tingkat efisiensi yang tinggi jika dibandingkan dengan metode iklan lain. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi para pengiklan dan publisher karena mereka tak lagi perlu menggunakan cara konvensional.

Cara kerja programmatic ads ini pun cukup mudah, yakni kamu bisa memilih format iklan yang sesuai dengan produk atau layanan yang ingin kamu tawarkan. Sebagai pengiklan, kamu juga bisa mengatur biayamu sendiri tanpa perlu menghubungi publisher untuk proses negosiasi harga iklan. Jadi bisa dibilang, programmatic ads ini memungkinkanmu untuk bisa mengatur budget iklanmu sendiri sesuai dengan anggaran yang telah kamu siapkan. Nantinya, pihak publisher akan dibayar dari akumulasi biaya pemasangan iklan untuk berbagai iklan digital yang terpasang pada platform tertentu yang sedang digunakan.

Baca Juga: Mengenal Performance Marketing: Apa saja jenisnya dan cara kerjanya

Apa Saja Jenis-Jenis Programmatic Ads?

Setelah mengetahui apa pengertian dari programmatic ads, kamu harus tahu beberapa jenis programmatic ads yang seringkali digunakan kampanye digital oleh pihak pengiklan, seperti sebagai berikut:

1. Video Ads

Seperti namanya, output iklan ini tampil melalui platform video. Karena output-nya video, iklan jenis ini menjadi iklan yang menjadi favorit para pengiklan. Ada 3 kategori video ads yang bisa kamu pilih, seperti:

  • In-Stream Ads yaitu iklan yang akan muncul saat audiens memainkan suatu video, seperti iklan yang muncul sesaat sebelum kamu mulai menonton video YouTube, yakni iklan video yang pertama kali muncul sebelum videomu tayang.
  • In-Display Ads yaitu iklan yang muncul pada kolom pencarian YouTube atau dalam muncul sebagai video rekomendasi tanpa mengganggu video yang sedang kamu putar.
  • Out-Stream Ads yaitu iklan video yang bentuknya sangat fleksibel tergantung konten yang dipasang oleh pengiklan, seperti iklan yang seringkali muncul pada artikel di blog online.

2. Display Ads

Seperti namanya, iklan ini akan ditampilkan dalam output visual yang akan dimunculkan pada bagian-bagian tertentu di website atau blog online, seperti header, in-content, sidebar hingga footer dari suatu konten website.

Beberapa platform, seperti Google, Microsoft atau Yahoo! Berperan sebagai platform yang akan digunakan oleh publisher dan advertiser untuk memfasilitasi media atau slot iklan. Saat iklan terpasang dan mendapatkan insight, di sinilah publisher iklan akan mendapatkan keuntungan.

Contoh dari display ads ini adalah iklan yang muncul pada artikel website secara acak. Jika audiens tertarik dan mengklik iklan tersebut, maka cost per click (CPC) akan terhitung dan masuk ke publisher.

3. Native Ads

Hampir mirip dengan display ads, native ads memiliki bentuk yang terbilang normal atau seperti konten-konten pada umumnya yang terstruktur, seperti adanya judul, H2, H3 dan fitur read more pada bagian bawah iklan. Sekilas memang tampak seperti konten biasa, padahal ini adalah salah satu bentuk iklan native.

Jenis native ads akan muncul saat kamu memasukkan keyword tertentu di kolom komentar. Iklan jenis ini termasuk ke dalam SEM yang akan dikenali pada tanda tulisan “iklan” di bagian hasil pencarian. Untuk bisa memasang iklan jenis ini, para advertiser akan dikenakan biaya sesuai kebutuhan meski tidak ada satupun klik yang didapatkan.

4. Social Media Ads

Iklan jenis ini akan ditampilkan dalam berbagai konten, seperti postingan gambar, video, hingga story. Kelebihan dari iklan ini adalah adalah kamu bisa menganalisis iklan dengan tools insight untuk mengetahui performance iklan yang ditayangkan. Terlebih, masifnya pengguna di media sosial akan menjangkau target audiens lebih luas.

5. Audio Ads

Iklan jenis ini menggunakan podcast atau saluran stasiun radio online dalam bentuk audio masa kini yang bisa dinikmati oleh semua orang.

6. Digital Out of Home

Iklan jenis ini adalah penggabungan iklan tradisional dengan iklan terprogram, seperti iklan yang terpampang pada billboard yang disisipi audio di dalamnya. Sayangnya, jenis iklan ini tidak dapat mengetahui target audiens secara spesifik karena cukup ribet pembuatannya. Biasanya, programmatic ads di sini hanya mengandalkan faktor unik, seperti cuaca dan letak geografisnya saja.

Istilah Penting Programmatic Ads

Dalam programmatic ads, ada beberapa istilah yang harus kamu kenali agar dalam prosesnya bisa memudahkanmu untuk memulai programmatic ads. Berikut istilah dalam programmatic ads yang harus kamu tahu:

  1. Advertiser (Pengiklan): Pihak yang akan mempromosikan produk atau layanan mereka melalui iklan digital dengan metode programmatic ads.
  2. Publisher (Penerbit): Pihak yang memiliki platform atau media dan yang memutuskan dimana iklan akan ditayangkan, apakah di situs web/blog, aplikasi atau media sosial.
  3. Ad Exchange (Pertukaran Iklan): Sebuah platform penghubung antara advertiser dan publisher yang dapat memfasilitasi pembelian dan penjualan iklan melalui proses lelang otomatis dalam skala besar.
  4. Ad Network (Jaringan Iklan): Jaringan pengelola iklan yang mengelola iklan dari advertiser dan menayangkannya di berbagai publisher.
  5. Demand-Side Platform (DSP): Platform pengiklan yang digunakan untuk mengelola kampanye programmatic ads, meliputi pembelian iklan, pengaturan audiens tertarget hingga pengelolaan budget.
  6. Supply-Side Platform (SSP): Platform penerbit yang digunakan untuk mengelola dan menjual ruang iklan melalui ad exchange kepada para advertiser.
  7. Real-Time Bidding (RTB): Proses lelang di ad exchange yang memungkinkan advertiser bersaing dan memenangkan kesempatan penayangan iklan kepada audiens tertarget.

Bagaimana Cara Beriklan dengan Programmatic Ads?

Untuk bisa memasang programmatic ads sangatlah mudah. Pertama-tama kamu harus paham dulu step dasar untuk bisa memulai iklan programmatic ads, sebagai berikut: 

1. Buat Landing Page atau Website

Pertama kali yang harus kamu lakukan adalah dengan membuat website atau marketplace terlebih dahulu yang nantinya akan digunakan sebagai landing page. Landing page inilah yang akan memudahkan calon konsumen yang melihat iklanmu bisa mencari tahu lebih lanjut mengenai produk atau layanan yang kamu tawarkan secara lebih detail.

2. Pilih Jenis dan Bentuk Programmatic Ads

Setelah memiliki landing page, kamu bisa memilih salah satu dari beberapa jenis dan bentuk dari programmatic ads yang sesuai dengan materi iklan yang sudah kamu rancang sebelumnya sesuai dengan budget yang kamu miliki. Beberapa jenis programmatic ads sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, seperti video, GIF, banner, teks, dll.

Untuk lebih detailnya, berikut cara kerja programmatic ads step by step: 

  1. Pengiklan akan menggunakan Demand-Side Platform (DSP) untuk memulai kampanye. Di sini, pengiklan akan bisa menyesuaikan goals kampanye yang ingin dicapai berikut target audiens, budget, hingga format iklan yang diinginkan.
  2. Nantinya, DSP ini bekerja dengan mengintegrasikan data DMP (Data Management Platform) yang bertujuan untuk mengumpulkan data pengguna, sehingga bisa menyasar target audiens yang sesuai dengan target yang diatur oleh pengiklan. 
  3. Kemudian, DSP melakukan lelang real-time bidding (RTB) di Ad Exchange agar bisa bersaing dengan advertiser lain demi bisa memenangkan kesempatan untuk menayangkan iklan ke audiens yang relevan. Iklan yang berhasil menang lelang akan tayang di platform terpilih yang telah ditentukan oleh penerbit (publisher) melalui Supply-Side Platform (SSP).
  4. Iklan yang sedang berjalan akan terus dianalisis secara real-time dan dioptimasi agar performa iklan serta anggaran yang ada bisa berjalan dengan maksimal dan sesuai harapan.
  5. Advertiser dan publisher akan bisa melihat report dari hasil kampanye iklan secara real-time melalui dashboard yang disediakan oleh DSP dan SSP. Pembaharuan atau penyesuaian akan berjalan secara otomatis jika diperlukan. Hal inilah yang menjadikan programmatic ads memungkinkan para pengiklan untuk bisa mengoptimalkan kampanye secara efisien, hemat waktu dan sumber daya, namun tetap bisa meningkatkan targeting kepada audiens yang relevan.

3. Tunggu Iklan Tayang

Setelah pemilihan jenis iklan sudah selesai, maka kamu cukup menyelesaikan rangkaian transaksi tanpa perlu menghubungi publisher melalui pesan atau telepon priadi. Dari sinilah, kamu tinggal menunggu iklanmu tayang dan menyasar target yang telah kamu sesuaikan dengan database publisher sebelumnya.

Baca Juga: Apa itu ROAS? Pengertian dan Cara Menghitungnya

Apa Saja Keuntungan Menggunakan Digital Programmatic Ads?

Selain mudah digunakan dan menguntungkan, berikut keuntungan yang akan kamu dapatkan saat kamu menggunakan digital programmatic ads, sebagai berikut:

  • Menjangkau audiens yang lebih besar
  • Harga jauh lebih efisien karena bisa disesuaikan sendiri
  • Cocok sebagai brand awareness
  • Bisa menganalisis lebih real time karena didukung dengan beberapa metrik yang bisa diakses pada insight saat iklan telah tayang
  • Lebih efisien karena bisa menggunakan data dari third-party
  • Iklan dapat berlangsung secara cross-device

Itu dia berbagai informasi menarik mengenai digital programmatic ads yang sudah kamu ketahui di atas. Menarik sekali bukan, bahwa ada iklan digital yang ternyata mampu memanfaatkan ruang digital publisher yang dapat digunakan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan bahkan meningkatkan penjualan produk atau layananmu hanya dengan modal landing page atau website saja?Nah, kalau kamu mau tahu lebih lanjut tentang programmatic ads dan manfaatnya untuk bisnismu, langsung saja hubungi MAI karena kami akan membantumu untuk untuk membuat bisnismu dikenal banyak orang melalui programmatic ads. Para professional kami akan membantumu untuk set goals hingga mencapai target bisnismu. Klik di sini sekarang untuk tahu infonya lebih lanjut!

MAI
Share this post
Let's Grab a Coffee Together: Get in Touch with Us!

Contact us now to discuss your goals, explore our tailored solutions, and embark on a journey that transforms possibilities into realities